Sahabat Terbaikku #XLBBQ10

Ini setahun yang lalu. Ia tampak sangat anggun dengan gaun hitam-silvernya, dari beberapa di antara yang berdamping dengannya, ia tampak sangat berbeda. Beberapa kali aku melihatnya disana, ia seolah memikatku untuk mendekat dan mengenalnya. Diam-diam aku menatapnya, seorang lelaki mengejutkanku. Aku bingung dan salah tingkah. Mungkin mereka mengira aku adalah penguntit atau mata-mata. Aku tak peduli,yang kupandang sedaritadi bahkan hanya tersenyum diam padaku.

Hari  itu hari ke 5 aku berjumpa dengannya di tempat yang sama. Aku sering bertanya pada seorang lelaki muda yang sering mengawasi dan menjaganya disana, seorang lelaki yang mengejutkanku kala pertama itu. Lelaki itu berkata dia sangat cantik dan anggun. Untuknya dia cukup indah. Aku terdiam, jauh dihatiku ada rasa semakin ingin memilikinya. Lelaki itu kini tersenyum padaku setiap kali aku datang ke tempatnya untuk memandang si cantik itu berlama-lama.

Siang itu begitu teriknya, dengan semangat yang ada aku ingin segera keluar kantor dan menemuinya disana, aku tak perduli panas matahari yang menusuk kulitku kala itu. Hatiku berdebar ingin berjumpa dengannya. Aku sudah membuat janji dengan lelaki muda itu untuk datang menemui sosok anggun yang berhari-hari membuatku terpesona. Senyum mengembang dari bibirku seketika.

Jatungku berdetak lebih hebat, hari ini aku berjumpa dan menyentuhnya. Namanya adalah Javelin, si cantik nan anggun yang selama ini ingin ku kenal. Aku bersahabat dengannya mulai hari ini. Bahagia hatiku kala itu hingga tak mampu ku utarakan lewat kata. Aku bahagia karena dia yang nantinya akan menemaniku sehari-harinya.

Aku dan javelin sudah sangat akrab, aku bahkan sudah hafal setiap bagian dirinya dan kebiasaannya. Kita tak terpisahkan, aku sering membelikannya gaun-gaun cantik yang membalutnya agar ia lebih hangat dan semakin menarik. Aku sangat menyayanginya. Hingga suatu ketika ibuku memintaku berpisah dengannya…

Malam itu aku harus melepaskannya karena kedua orang tuaku dengan terpaksa memintaku  berpisah dengan Jave. Sudah setahun ini dia menemaniku, kau mungkin pernah merasakan bagaimana ketika kau diminta berpisah dengan sahabat terbaikmu? Ya, seperti aku, sejadinya aku menangis. Namun aku tahu pasti mengapa orang tuaku memintaku melepaskan Javelin, karena saat itu hanya Javelin yang bisa membantu masalah keluargaku.

Javelin, sahabat terbaik yang setia menemaniku disaat semua sahabat-sahabatku yang lain tak mampu setiap malam bersamaku. Dengan berat aku mengantarnya kembali pada lelaki yang dulu mempertemukan aku dengan Javelin, Bang Ikam. Aku meminta padanya untuk merawat dan menjaga Javelin. Mungkin raut wajahku hari itu bisa kau terka semacam anak ayam kehilangan induk, bingung dan memilukan. Dengan berat hati dan penuh harap aku melepaskan Javelin, dalam hati aku selalu yakin nanti Javelin akan menemukan penggantiku yang merawatnya sepenuh hati.

Terimakasih telah membantu pengobatan ayahku. Selamat tinggal Javelin, selamat tinggal sahabat terbaik. Selamat tinggal blackberry kesayanganku ..

Image

Ayu Ratu Nagari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s