it’s all about LUCK

Sempat ku seruput secangkir kopi di pagi ini, hangat, manis, pahit aromanya menendang hidungku membangkitkan pagiku. Sejenak pikirku melayang, ku tengok keluar jendela kamar tidurku, mataku tertuju pada stiker manis mobil yang sedang terparkir di depan pelataran jalan rumah no. 14 itu “it’s all about luck“.

Ya, keberuntungan. Dalam hidup selalu kutahu sekalipun pasti kita pernah mengalami “keberuntungan”. Pikirku menerawang ke masa lalu, mengais-ngais mencari cerita tentang sebuah keberuntungan dalam hidup. Satu persatu memory ku berotasi ulang.

Suatu ketika di salah satu masa lalu itu aku ingat keberuntungan pertama yang menghampiriku, keberuntungan itu adalah aku bertemu dengan kedua orang tuaku. Itu adalah keburuntungan takdir yang sangat istimewa.

Teringat lagi entah keberuntungan keberapa yang ada di hidupku, ketika di suatu pagi aku berjalan mengirimkan sebuah naskah kecil berisikan cerita pendek yang berhari-hari ku tulis dengan kegalauan yang kadarnya akupun tak menerka mungkin level 10. Ya, cerita itu tanpa harapan apapun sembari aku berjalan menuju ruangan di salah satu gedung penerbit surat kabar terbesar di kotaku, surabaya, aku menyelipkan naskah itu kedalam map coklat bersama segala keterangan diriku dan ku masukkan kedalam kotak pos berwarna orange di depannya.

Pagi ketiga setelah naskah kecil itu kuserahkan pada kotak orange itu, seperti pagi-pagi biasanya didepan pintu ku ambil koran yang tiap hari tergelatak disana. Ku balik-balik halaman mencari rubrik cerpen yang selalu ingin ku baca pertama kali. Dengan sangat terkejut dan senang kulihat judul cerpen yang besar di bagian atas surat kabar itu “kunang-kunang kecil di bukit cinta” by. Ayra.  Untuk kesekian kali ini adalah keberuntungan yang terjadi dalam hidupku.

Aku berlari menuju kotak pos di depan pagar rumahku, ada sepucuk surat beramplop coklat kecil tertulis di sampulnya dan nama yang tertera tertulis jelas namaku disana. Degub jantungku sudah tak kepalang senang. Aku bersegera masuk kedalam rumah menghampiri ibuku yang sedang repot bersama masakan pagi untuk sarapan kita, kuserahkan surat kabar itu dan sepucuk surat dari penerbitnya mulutku bercerita panjang kali lebar bersama riang yang kurasa pagi itu.

“Itu keberuntungan untukmu sayang”, suara lirih ibuku sambil mengecup keningku menambah keberuntunganku..

Kopi pagiku sudah tinggal ampas pahit yang tersisa. Ku letakkan di atas meja makan begitu saja. Beralih pandang kulihat layar handphone-ku berkedip . Ku baca pesan singkat dari seorang teman, ya dia beruntung memenangkan skor tertinggi dalam sebuah game permainan. Kubilang itu keberuntungan untuknya.  Pesan singkat lagi begitu cepat terbalas olehnya, “tapi, kalau ketemu kamu, itu adalah Takdir-Nya” ……

Keberuntungan dan takdir, kita hari ini ditakdirkan untuk “beruntung” namun beruntung bukan berarti untuk sebuah takdir. Dan ku harap ini adalah keberuntungan untukku….

-Ayu Ratu Nagari-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s