sekilas pandang

                Gadis itu berjalan dengan secangkir minuman di tangan kanannya, membawanya perlahan menuju sekumpulan orang-orang yang berseragam sama dengannya. Melambai-lambai memberi isyarat menyuruhnya menghampiri mereka. Gadis itu tersenyum manis dibalut hijab tozca-nya, berjalan santun, suaranya ramah. Matanya hitam, bulat, kecil dengan simpul binar yang indah.

                “Sangat manis..”, suaraku lirih hampir tak terdengar.

                Sepandang jarak ku lihat ia yang acuh dengan tatapanku. Bercanda tawa dengan sekerumunan orang-orang baerseragam hitam itu. Diantaranya kulihat dia masih tetap manis dimataku. Gadis itu mencuri perhatianku saat pertama bertemu.

                Masih dari tempatku duduk, suara-suara bising dan riuh sekeliling yang hadir saat itu seolah tak terdengar olehku, kulirik sepintas pembawa acara itu sedang meliuk-liukkan bibirnya berucap entah. Ku lihat gadis itu masih dengan senyum manisnya memandang kearah berbeda, bersama kawannya ia bersua . Aqira, tanpa ia tahu, diam-diam aku mengaguminya..

                -Sahla Bahira

Ayu Ratu Nagari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s