aku menunggumu~

~“Ayah kapan berangkat?” pertanyaan itu ku lontarkan mencoba untuk memastikan keberangkatannya, tentu dalam hati aku selalu berharap dia tak jadi pergi atau paling tidak masih beberapa bulan lagi karena dia pernah bilang kapal lagi diperbaiki dan paling cepat membutuhkan waktu 1 bulan! Aku berharap lama.
“Tanggal 27, bunda”. Jawaban yang tidak pernah aku harapkan. Rasanya hanya ingin menangis malam itu. tapi tak mungkin, situasi tak mengijinkanku untuk menangis dan dia selalu membenci air mataku. Satu yang bisa kulakukan yaitu menahannya. Sungguh terasa semakin sakit hati ini. Seandainya kau tahu, itu kekuatan wanita berusaha menahan sakit dan tangisnya. Dan ketika wanita tak lagi mampu mebendung air matanya, itu bukan berarti wanita itu lemah dan cengeng tetapi karena sudah tak lagi mampu terbendung segala beban.
“Bunda, ayah dapat tiket pesawat tanggal 28”, itu ucapnya setelah menerima sms dari kakaknya. Dia mengucapkan itu sambil tersenyum? Ya Tuhan, apa dia tidak tahu betapa semakin sakit hati ini mendengarnya?
“Jadi, masih punya lebih satuhari lagi sama bunda”. Stop dia berkata, air mata ini sudah tak mampu terbendung. Aku sungguh membenci kenyataan itu. Hanya tinggal hitungan hari, semua itu berlawanan dengan harapanku. Bahkan, aku ingin mengakhiri tahun ini bersama dia lagi. Tapi, itupun takkan terjadi. Hanya ingin menunggu 3 hari saja berharap dia masih disini, tetap takkan mungkin! Aku hanya ingin memeluknya dan ingin waktu berhenti saat itu juga. Air mataku sudah terbendung dan mengalir dengan apa adanya, semua air mata itu adalah ke-tidak mampuanku, adalah kekuatanku, adalah ketulusan kasihku dan segala kesedihan akanku untukmu. Yang aku rasa saat itu betapa kenyamanan kurasakan dalam pelukmu dan kasihmu serta bahagia setiap bersamamu. Ya, semua itu terasa berbeda karena kau akan jauh. Aku ingin menghabiskan waktu yang sedikit itu selalu bersamamu. Ku mohon, ijinkan air mata ini mengalir, karena hanya itu yang membuatku merasa sedikit tenang, walaupun itu adalah pantangan untukku. Ku mohon, biarkanlah air mata ini mengalir untukmu, jangan kau hapus sayang..

~Ini bukan akhir tahun yang dan penyambutan awal tahun yang biasanya selalu ku harapkan segera datang, justru sebaliknya. Entah, bagaimana rasanya tak bersamanya dalam waktu lama. Tak bisa melihatnya apalagi memeluknya. Betapa nanti aku sangat merindukan kebersamaan kita. Kenyataan lain yang harus kuhadapi, disini aku menunggunya. Menunggu dia kembali, sungguh menunggu itu memuakkan!
Long distance relationship seperti ini bukan yang pertama kali kualami, ini yang kedua kalinya. Dan ini yang membuatku takut mengalami yang kedua kalinya. Trauma itu melanda, sudah kututup rapat masalalu itu dan kini harus terkuak bersama orang yang kuharapkan adalah cinta terakhir untukku. Aku harus mengalaminya lagi. Dan apakah aku juga harus kehilangan lagi? Allah, aku tahu kau akan berikan yang terbaik dari semua cobaan yang kau berikan. Salah satunya yang sedang kualami saat ini, bukan begitu? Ya Allah, aku hanya menginginkan kesabaran lebih, selalu itu yang aku minta pada Mu. Kesabaran itu yang akan membuatku bertahan dan tak selalu mengeluh padaMu, serta kesabaran itu yang mampu membuatku melewati segala cobaan dari Engkau.
Mungkin, awal tahun ini adalah segala perubahan dalam hidupku. Kepergiannya juga untukku. Aku berharap kau tepati semua janjimu, berharap janji itu bukan janji semu yang kemudian hilang setelah menguap, berharap kau tak seperti masalalu dan berharap kau segera kembali bersama semua janji yang kau tepati. Aku berjanji untuk setia menantimu kembali. “Semoga Allah meridhoi cinta kita, bunda. Amin” harapanmu itu juga yang selalu aku harapkan.
Seluruh kesedihan ini sudah membuncah bersama air mataku yang mengalir, aku tak ingin menangis lagi tapi aku tak kuasa menahannya.
“Aku sedih, aku takut ayah”.
“ Janganlah bersedih. Karena sedihmu adalah lukaku”.
“Bunda sayang ayah. Aku cuma takut nggak bisa ketemu ayah”.
“Kenapa nggak bisa? Pasti bisa.. Semoga Allah mempertemukan kita bersama dunia-akhirat. Amin”.
“Amin..”
Aku selalu berharap semua yang kualami ini berakhir bahagia, Tuhan. Semoga Engkau mendengar dan mengabulkan harapan kami.
Aku berharap aku bisa tersenyum saat kau pergi… aku menunggumu disini, ayah…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s