air mata~

Air mata itu menetes lagi, betapa dia membencinya. Hanya perlu kau tahu, aku sudah berusaha. Tapi entah mengapa, kemarin, aku tak kuasa membendungnya lagi. Melihatmu, menyesakkan hatiku. Aku sudah berusaha menahan untuk tak menitikkan air mata lagi di depanmu, walau setiap malamnya aku selalu tak mampu untuk tak menangisimu. Hanya saja, hatiku semakin sakit melihatmu, karena ku tahu nanti ku tak lagi bisa melihatmu.
Tuhan, mengapa kau putar waktu ini terlalu cepat? Mengapa dia tak mengerti perasaan ini? Dia begitu membenci air mataku. Tapi entah, aku selalu iingin menangis melihatnya. Mengapa aku harus menangisinya? Menangisi kepergiannya? Sedang dia, sedetikpun tidak!
Berat, semuanya terasa berat. Semua masalah ini datang secara bersamaan. Aku merasa sendiri. Sendiri dalam sakitku, tanpa dia, dan satu masalah yang paling membuatku muak. Ini semakin membuat sakitku bertambah. Berkali-kali dokterku mengingatkan agar aku tak terlalu berat memikirkan sesuatu hal, aku butuh ketenangan, butuh suasana yang selalu membuatku bahagia, butuh sesuatu yang segar untuk otakku yang menyimpan kerikil kematian! Ah, itu sungguh sudah ku coba menurutinya, tapi keadaan dan oranng-orag sekelilingku yang memaksaku untuk harus menghiraukan mereka. Dan benar, rasanya keadaan dan masalah itu membuatku penat.
Ingin ku hentikan air mata ini untuk menetes di depanmu, semakin lama, namun ku tak sanggup. Inginku pergi jauh dari masalah ini, tapi jelas tak bisa! Terlalu rumit. Dan ingin aku membunuh penyakit ini, akupun berusaha. Tuhan, semua itu ku pasrahkan kepadaMu. Semua itu atas kuasaMu. Aku hanya bisa memohon yang terbaik yang Engkau berikan. Berikan aku kesabaran lebih Tuhan, aku ingin mampu menjalani ujian dari Mu tanpa harus selalu mengeluh. Hentikan air mataku tuk mengalir Tuhan, aku hanya tak ingin menangis di depannya, membuat ia marah! Sungguh air mataku sangat dibencinya, dia yang tak pernah mengerti rasa ini. Atau memang dia tak peduli… Yang aku tak pernah tahu, apa arti air mata ini untuk kepergianmu nanti. Seolah ku tak akan pernah lagi bisa melihatmu. Itu tak pernah ku harapkan terjadi..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s