harapan..

Bener! apapun itu bisa terjadi. Itu yang aku takutkan. Kesetiaan itu hanya janji. Yupz. Begitulah bunyinya. Haha. Setelah menyurvei dari beberapa orang, dan aku tau sendiri tentunya. Hasilnya akurat! 95% dari mereka yang berhubungan jarak jauh, semua hanya janji! Pemahamannya, dari sekian banyak mereka yang berhubungan jarak jauh a.k.a LDR (Long Distance Relationship) awalnya selalu ditekankan oleh pasangan mereka, yaitu : janji, kesetiaan, kepercayaan dan harapan KEMBALI . Tapi semua itu hanyalah janji palsu, semua itu hanya omong kosong. Menyakitkan memang! Dan itu yang membuatku tak pernah yakin dengan LDR!
Siapa yang tau dia sedang apa disana? dengan siapa? Ya, rasa was-was itu selalu ada. Kaupun takkan tau kalau dia sedang berbohong padamu, bahkan tak hanya sekali, tapi ribuan kali! Ya, dan itu menyakitkan bagi yang ditinggalkan! Sungguh, itulah alasanku membenci LDR ! Takut, jujur saja aku takut. Aku takut berbalut harapan semu! Aku takut berharap yang tak pasti! Dan aku takut menunggu yang tak pernah kembali.
Menunggu itu intinya, menunggu yang tak pasti! Dan siapa gerangan yang bersedia menanti kebohongan? Menanti yang tak pasti? Kurasa tak seorangpun! Ya! Aku jua enggan. Mengertilah, menunggu itu sudah menyakitkan, apalagi menunggu yang tak pasti? Stop kau beri harapan, stop kau berjanji, seberapa keyakinanmu itu tak sedikitpun menyentuh hasratku tuk yakin! Berhentilah membual dengan janji semu itu! Sungguh, aku yakin akupun bisa tanpamu! Nanti…. Tanpa hadirmu, tanpa kau disisku, dan tanpa harapan semu darimu!
Sungguh, mungkin nanti setelah kau pergi, aku sangat merindukanmu disisiku. Aku tak ingin muanfik. Aku selalu merasa iri dengan mereka, mereka yang tampak bahagia berdua. Aku rindukan kebersamaan bersammu nantinya. Aku rindu.. rasanya mereka menrtawakanku, menertawakan kesendirianku. Oh, aku benci itu. aku ingin kau selalu ada disini, menemaniku, berbagi cerita, ku mohon jangan kau berikan harapan kau kembali. Aku tak sanggup berharap. Aku tak sanggup merindukanmu.

Mengapa selalu kau memintaku menghapus airmataku? aku sudah berusaha, tapi setiap melihatmu, ku tak lagi mampu membendungnya. Apa kau tak pernah merasakan yang kurasakan? apa kau tak pernah mengerti mengapa sampai airmata ini mengalir? apa kau tak sedikitpun mengerti? air mata itu ungkapan hatiku yang tak bisa terucap. air mata itu pengganti sakit yang tertahan. air mata itu marahku, air mata itu ungkapan kasih sayang tulusku untukmu dan air mata itu ungkapan rasa takutku. aku yang tak ingin kau pergi jauh.
ingatlah, jangan pernah kau artikan bahwa air mata itu menetes karena kelemahan! itu adalah ungkapan seorang wanita yang tertahan. begitu kuat rasa yang tertahan itu, sehingga sampai tak kuasa menahannya dan air mata itulah ungkapannya.
Awalnya memang kita tak pernah kenal, dan haruskah skrg lebih baik ku tak mengenalmu? Tak kupungkiri, kau sudah menjadi bagian dalam nafasku. Dalam hidupku, dan dalam ceritaku. Mungkin nanti, saat kepergianmu aku berharap aku lupa akanmu. Seperti awal kita yang tak pernah kenal. Dan nanti setelah kau kembali, inginku tak mengenalimu, bahkan aku tak menghafal rupamu. Saat itu yangku ingin, engkau mengulurkan tangan menyapaku dan menyebutkan namamu. Aku tak ingin menghafal aku hanya ingin merasakan. Merasakan dirimu yang selalu ada untukku. Saat aku menghafal, aku bisa melupakan. Dan aku tak ingin itu. Pergilah, dan jangan berikanku harapan semu… jujur, ku sakit menerima kenyataan itu. Percayalah, disini ku menantimu..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s