tunggu aku kembali..

Sekarang, blog ini adalah tempatku mencurahkan seluruh isi hatiku, menuangkan cerita sehari-hariku dan tempatku berkeluh kesah tanpa ada yang melarang. Aku sudah tak tau mau bercerita pada siapa, dan mungkin hanya blog ini yang setia menjadi tempat sampah untuk menampung ribuan dan semua cerita hidupku.

Sejak dia memastikan kepergiannya, rasanya hanya air mata yang setia mengalir membasahi kekeringan hati. Sungguh menyesakkan. Pulau itu jauh bagiku. Jauh sekali.. sekarang, dan hanya untuk beberapa hari, mungkin hanya singkat waktu itu aku bias selalu bersanding denganmu. Sebelum aku tak lagi melihat rupawanmu, menyentuh jemarimu, dan berada dalam dekap hangatmu. Dingin, sepi dan sendiri yang akan menyambutku dengan kerontang hati yang sedih. Sungguh, itu sangat menyakitkan. Bukan, aku tak patah hati. Kalian salah , ini justru lebih menyakitkan dari patah hati.
“kamu bisa rara, bisa! Trust me. Dia selalu ada di hatimu. Ini juga buat masa depanmu. Kamu bisa! Kita masih ada buat menemanimu. Kita sahabatmu.” yah, mereka selalu berusah meyakinkanku. Sungguh aku tak tahu, sedikitpun tak ada keyakinan. Aku tak bisa jauh darinya.
Aku selalu berusaha dan terus mencoba, tetapi justru air mata yang mengalir di pipi ini. Jemari hangat itu yang selalu menghapusnya, kekasihku. Dia yang selalu berusaha membuatku tenang.
“Bagaimana jika aku rindu? Kepada siapa ku hapus rinduku? Bagaimana jika aku marah, apakah kau masih bisa datang kerumah untuk membuatku tak lagi marah? Bagaimana jika aku sedih? Masih bisa kau hapus airmataku dengan jarimu? Dan menghiburku? Kapan aku bisa bercanda lagi bersamamu? Dan kau memelukku dengan penuh kasih darimu! Bagaimana bisa jika kau jauh?” dan rentetan pertanyaan itulah yang selalu membuatku bimbang, membuatku resah, dan aku membutuhkan jawaban darinya…
Jarak yang memisahkan kita nanti, untuk menyentuhnya saja, aku takkan sanggup lagi. Itu terlalu jauh. Dan itu terlalu lama. Aku harus menantinya disini. Menantinya yang kan pergi. Menanti dalam ketakpastian.

“ Percaya aku, percaya padaku. Kesetiaan, keyakinan dan kepercayaan kita masing-masing, itu yang membuat kita tak akan berpisah. Jangan sedih terus. Tunggu aku kembali….”

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s